Alexa

Link Teman

Daftar isi

recent post berjalan

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Fasilitas Pengunjung

JAM

Jumat, 30 Desember 2011

BISNIS KULINER BAKSO KEPALA SAPI

Anggara, Raup Omzet Miliaran dari Bakso Kepala Sapi PDF Cetak E-mail
Jumat, 30 Desember 2011 11:27

Siapa tak suka bakso? Hampir seluruh penduduk Indonesia menyukai panganan berkuah segar yang satu ini. Bakso, dengan segala macam variasinya mampu menarik minat pecinta kuliner tanah air. Melihat potensi penjualan bakso yang seakan tak pernah mati tersebut, seorang pemuda kelahiran Purwokerto berusaha mendatangkan emas dengan mengemas bakso berkonsep lebih modern.

Kebanyakan dijajakan di pinggiran jalan dengan gerobak, bakso sering dicap sebagai makanan merakyat. Selain itu, beredar pula anggapan bahwa peluang usaha berjualan bakso tidak terlalu menjanjikan dan tidak memberi keunikan tersendiri karena bukan bisnis baru dan sudah banyak pemain yang menekuni usaha tersebut.

Meski demikian Namun, Anggara Kasih Nugroho Jati tetap tertarik akan bisnis kuliner berbasis bakso ini. Dengan usahanya yang diberi nama “Bakso Kepala Sapi” (BKS), pemuda kelahiran Purwokerto, 25 September 1984 itu sukses meraup omzet miliaran per tahun. Sebuah angka yang tak tergolong fantastis untuk bisnis bakso.

bakso-kepala-sapiAnggara mengawali usahanya ketika ia masih menimba ilmu di Institut Teknologi Sepuluh November pada 2003. Sebagai mahasiswa pada umumnya, bakso dijadikan salah satu panganan alternatif wajib karena terjangkau oleh kantong. Sewaktu mencicip bakso di sebuah kedai kaki lima di Surabaya milik H. Suharto, Anggara terkesima. Tak hanya terbuai oleh kenikmatan rasa bakso, Anggara rupanya juga terbuai oleh asa yang begitu besar untuk mendirikan bisnis serupa.

Penggemar mi ayam itu kemudian menyusun rencana untuk membagi waktu antara kuliah dengan merintis usaha agar bisnisnya kelak bisa berkembang dan berjalan sesuai harapan. Ia pun membuat hitung-hitungan modal dan tahapan-tahapan memulainya. Dengan dorongan sang ayah yang juga seorang wirausaha, tekad Anggara berjualan bakso tercapai. Outlet pertamanya, di daerah Klampis, Surabaya, di buka pada tahun yang sama dan dengan meminjam ruko milik orangtuanya di Bogor, Anggara membuka outlet pertama yang berada di luar kota Surabaya pada 2006.

Rendah kolesterol
Penyuka moge atau motor gede ini menyadari benar bahwa sebuah usaha harus memiliki ciri khas tersendiri. Melalui produknya, BKS, Anggara memberi sentuhan kaldu kepala sapi di dalam racikan kuah baksonya sebagai ciri khas yang mendatangkan cita rasa segar dan lezat. Ia memaparkan proses pembuatan kuah BKS sebagai berikut. Kepala sapi direbus bersama bumbu lainnya untuk hasilkan cita rasa lebih kuat dan aroma lebih wangi.

Karena memakai kepala sapi dan bukan paha sapi seperti kuah bakso pada lazimnya, kuahnya menjadi rendah kolesterol. “biasany pada kuah bakso yang lain, lemak selalu menumpuk di atas. Kuah BKS lemak hampir tidak ada. Anda bisa lihat sendiri,” ujarnya. Karena rendah kolesterol, BKS bisa dikonsumsi oleh mereka yang pantang atau menghindari makanan berkolesterol tinggi.

Gigih dan ulet
Sejak kecil, Anggara memang dikenal sebagai anak gigih. Semasa duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah rajin berjualan mug dan petasan setiap menjelang hari raya umat Islam atau Tahun Baru.

Kemudian ketika remaja, karena hobi bermotor ria, Anggara tak segan menjual aksesoris motor dan aksesoris untuk racing. Dan sebelum memutuskan berjualan bakso, saat kuliah, ia juga aktif memupuk talenta entrepreneur-nya dengan menjajakan baju, topi, knalpot, sepatu, sandal dan merchandise lain.

Anggara juga dikenal sangat jeli melihat peluanng bisnis. Di kalangan teman dan kalangan muda lainnya, ia dijuluki penyedia layanan atau produk apa saja yang memiliki nilai positif. Jiwa dan otak bisnisnya semakin terasah setelah memeroleh suntikan pengetahuan dari sejumlah seminar kewirausahaan di berbagai tempat.

Kegigihan, kerja keras dan kejelian yang selama ini menyelimuti pemuda itu berbuah manis. Kini, ia memiliki belasan outlet BKS yang sebagian besar berada di Bogor dan Surabaya. Dengan program kemitraan, Anggara sanggup menuai pemasukan lebih dari Rp1,1 miliar per tahun dengan keuntungan bersih untuk dirinya sendiri di atas Rp100 juta per tahun. (*disarikan dari Wirausaha Muda Mandiri, Rhenald Kasali, 2010/foto:baksokepalasapi.com)
By. Uly

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar